Powered By Blogger

Kamis, 10 Februari 2011

PSSI

Sport Area Zone:

Sebaiknya Bukan Pejabat Negara, tapi Profesional

Font size: Decrease font Enlarge font
image
Ketua Badan Pengurus Setara Institue for Democracy and Peace, Hendardi menyarankan para pejabat negara tidak perlu lagi mengurus organisasi olahraga karena pengalaman membuktikan prestasi olahraga malah tidak membanggakan.
"Memang setiap orang punya hak mencalonkan diri menjadi pimpinan di berbagai organisasi olahraga. Tapi juga harus dilihat bahwa selama ini organisasi olahraga yang dipimpin pejabat negara tidak ada yang bisa dibanggakan prestasinya," ujar Hendardi kepada Antara di Jakarta, Kamis (10/2).

Menurut dia, sebaiknya para pejabat negara fokus pada tugas utamanya mengurus negara dan tidak memecah konsentrasinya dengan merambah ke bidang-bidang lain seperti memimpin organisasi olah raga.

Sebaliknya, tugas membesarkan dunia olahraga Indonesia diserahkan saja kepada para profesional yang mempunyai pengalaman dan rekam jejak jelas di bidang keolahragaan. Apalagi dunia olahraga Indonesia sudah terkontaminasi oleh kepentingan bisnis dan politik.

"Karenanya PSSI mendatang sebaiknya diserahkan saja kepada kalangan profesional yang sudah teruji kemampuan leadership dan rekam jejaknya dalam membangun dunia olah raga Indonesia," tambahnya.

Secara terpisah pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, mengatakan, figur ketua umum PSSI periode 2011-2015 seharusnya sosok yang selama ini punya pengalaman berkecimpung di dunia olahraga dan yang bersangkutan juga harus mempunyai kemampuan manajerial yang baik.

Arbi menyatakan, Ketua Umum PSSI harus bisa menyatukan berbagai perbedaan dan kepentingan yang ada dalam organisasi yang dipimpinnya. "PSSI ke depan membutuhkan figur yang selain berpengalaman, memiliki kemampuan manajerial, juga harus bisa dipercaya," kata Arbi seraya menyebut faktor bisa dipercaya berperan penting untuk organisasi PSSI saat ini.
/ay

Tidak ada komentar:

Posting Komentar